4 Tersangka Korupsi Satelit Kemhan Segera Disidang

Tersangka korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit pada 2015 di Kementerian P

Jumat, 17 Februari 2023 – 11:04 WIB

VIVA Nasional – Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI rampung melengkapi berkas perkara keempat tersangka kasus korupsi proyek Satelit slot orbit 123 derajat Bujur Timur (BT) Komunikasi Pertahanan (Satkomhan) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tahun 2012-2021. Keempat tersangka pun segera disidang.

“Tim penyidik koneksitas telah melaksanakan serah terima tanggung jawab tersangka dan barang bukti (Tahap II) atas 4 berkas perkara kepada tim Penuntut Umum Koneksitas, dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123° Bujur Timur (BT) Kementerian Pertahanan tahun 2012-2021,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Ketut Sumedana dalam keterangannya, Jumat, 17 Februari 2023.

Adapun keempat tersangka kasus korupsi proyek Satelit Kemenhan ini antara lain, Laksamana Muda (Purn) AP selaku eks Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan periode Desember 2013 s/d Agustus 2016. Kemudian, AW selaku Komisaris Utama PT DNK, SCW sebagai Direktur Utama PT DNK dan TVH selaku WNA (senior advisor PT DNK).

“Keempatnya ditahan di rumah tahanan (rutan) Salemba cabang Kejaksaan Agung,” sambungnya.

Kejaksaan Agung Ketut Sumedana

Kejaksaan Agung Ketut Sumedana

Kata Ketut, penyidikan terkait kasus korupsi Satelit Kemenhan ini telah dilakukan sejak Maret 2022 lalu. Saat ini, pemberkasan sudah rampung dan segera dilimpahkan ke pengadilan.

Kasus ini berawal saat Satelit Garuda 1 keluar orbit dari Slot Orbit 124 derajat Bujur Timur pada 19 Januari 2015. Hal itu menyebabkan terjadinya kekosongan pengelolaan oleh Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Untuk mengisi kekosongan, Kemenhan menyewa satelit kepada Avanti Communication Limited (Avanti) pada 6 Desember 2015. Saat itu, Kemenhan padahal tidak memiliki anggaran penyewaan.

img_title

Sumber: www.viva.co.id