Gunung Karangetang Meletus, Warga Radius 2,5 Km Diminta Mengungsi

Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut Meletus

Kamis, 9 Februari 2023 – 14:27 WIB

VIVA Nasional – Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut) meletus. Warga yang berada di radius 2,5 kilometer dari kawah gunung kini diimbau untuk segera menjauh dan mengungsi.

Koordinator Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Oktory Prambada menuturkan Gunung Karangetang saat ini masih terus mengeluarkan lava pijar, sehingga warga yang bermukim di radius 2,5  dari kawah gunung diminta mengungsi untuk sementara.

“Kami menginformasikan dan mengimbau kepada warga agar tidak melakukan aktivitas apapun pada radius 2,5 km yang berpusat di kawah utama kemudian di sektor Tenggara dan Selatan sekitar 3,5 km itu rekomendasi kami,” kata Oktory dalam Konferensi Pers, Kamis 9 Februari 2023

Dia menjelaskan, bahwa gunung Karangetang merupakan suatu gunung api kepulauan yang berjarak sekitar 146 kilometer (KM) dari kota Manado. Gunung api yang terletak di Provinsi Sulut itu juga merupakan gunung api yang paling aktif di Indonesia selain Merapi, Semeru dan Anak Krakatau.

“Jadi untuk potensi bahaya terbesar saat ini yakni terjadinya guguran dan aliran lava ke sektor tenggara dan selatan,” katanya.

Awan panas Gunung Karangetang yang menyapu pemukiman

Awan panas Gunung Karangetang yang menyapu pemukiman

Photo :

  • VIVA.co.id/Agustinus Hari

Dari hasil analisis aktivitas gunung api ini, kata Oktory, aktivitas Gunung Karangetang per tanggal 9 Februari 2023 telah mengeluarkan berupa aliran lava atau guguran yang dapat berlangsung lama, bahkan hingga tahunan. Sehingga, luapan yang berupa aliran lava, guguran lava, dan aliran piroklastik (awan panas) dapat berpotensi bahaya dari aktivitas gunung tersebut.

Halaman Selanjutnya

“Guguran lava dapat berasal dari kubah lava ini dan tumpukan material di lereng Gunung Karangetan. Kubah lava merupakan tumpukan material lava di puncak. Jadi tentu ini sangat berbahaya dari aktivitas yang ditimbulkan gunung tersebut, ” ujarnya.

img_title

Sumber: www.viva.co.id