Kemenlu Sebut Kasus TPPO Meningkat Tujuh Kali Lipat dan Menyebar ke Lebih Banyak Negara

Diplomat Muda Direktorat Perlindungan warga negara Indonesia pada Kementerian Luar Negeri RI, Rina Komaria.

Jumat, 5 Mei 2023 – 20:06 WIB

VIVA Nasional – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyebutkan bahwa kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) mengalami peningkatan cukup drastis pada periode tahun 2020-2023.

Diplomat Muda Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI, Rina Komaria di Tangerang, Jumat, 5 Mei 2023, mengatakan jika berdasarkan data periode 2020-2023 itu tercatat sebanyak 1.800 kasus TPPO atau naik tujuh kali lipat.

“Sejak tahun 2020 sampai 2023 saat ini, 1.800 orang telah menjadi korban pengiriman PMI nonprosedural ke berbagai negara,” katanya.

Para tersangka kasus perdagangan orang di Tasikmalaya

Para tersangka kasus perdagangan orang di Tasikmalaya

Menurut dia, jumlah kasus TPPO PMI yang dikirim ke luar negeri secara ilegal telah meningkat tujuh kali lipat, mulai dari sekira lebih 140 kasus pada tahun 2020 hingga 2021, kemudian meroket di angka 700 kasus pada tahun 2021 sampa 2022 dan terakhir menyentuh angka 1.800 orang pada tahun 2023.

Ia menjelaskan dari jumlah tersebut, mayoritas sekira 1.000 orang PMI ilegal di antaranya dikirim ke luar negeri yaitu ke negara Kamboja.

Halaman Selanjutnya

“Dan di sana, mereka (PMI) dipekerjakan pada perusahaan yang memiliki situs judi melalui online scammer yang diiming-iming tawaran kerja di luar negeri, bahkan rata-rata dipaksa bekerja,” ujarnya.

img_title

Sumber: www.viva.co.id