Kisah Petani Milenial Bali yang Sukses Gunakan Pupuk Organik untuk Pertanian Modern

Ilustrasi petani.

Kamis, 27 April 2023 – 22:29 WIB

VIVA Nasional – Penggunaan pupuk organik, terus dikampanyekan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Kementerian terus mengajak masyarakat, untuk memfokuskan pada pupuk organik dibanding pupuk kimia. 

Pupuk organik bahan bakunya lebih mudah didapatkan. Sehingga tidak harus impor seperti pupuk kimia. Pupuk organik juga berikan beragam manfaat untuk ekosistem seperti tanah. Juga baik untuk hasil pertanian. 

Pertanian menjadi sektor yang terus diperkuat melalui Kementan. Sebab diyakini, ini menjadi kunci utama dalam memperkuat ekonomi dalam negeri.

Untuk itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, memandang perlu memaksimalkan potensi ini. Maka menurutnya, dengan memperkuat produktivitas pertanian. Caranya adalah dengan menyuburkan tanaman melalui pemakaian pupuk organik.

Apa yang diupayakan pemerintah itu, mulai menuai hasil. Sebuah komunitas petani milenial, yang menamakan diri mereka Petani Muda Keren, di Bali, menginisiasi gerakan agar petani mampu membuat pupuknya sendiri.

Dengan begitu, petani bisa lebih mandiri karena cukup dengan pemanfaatan bahan organik di sekitar mereka. Seperti kotoran sapi, kambing, dedaunan lainnya. 

“Saya rasa pupuk organik yang dibuat langsung oleh petani kualitasnya jauh lebih baik,” kata Koordinator Petani Muda Keren Bali, Agung Wedhatama, dikutip Kamis 27 April 2023.

Halaman Selanjutnya

Menurut dia, pupuk organik adalah solusi alternatif yang paling baik. Bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk subsidi. Mengingat pupuk subsidi ini terbatas, sekitar 9 juta ton pada tahun 2023. 

img_title

Sumber: www.viva.co.id